Cerita Renovasi Sekolah Luna Maya Libatkan Compok Literasi

Ada perjalanan yang selesai ketika rombongan pulang. Namun, ada pula perjalanan yang diam-diam menunggu untuk dilanjutkan. Bagi Compok Literasi, Madrasah Nurul Faizin termasuk dalam perjalanan yang kedua.

MI Nurul Faizin, Sekolah yang terletak di Desa Bangkes, Pamekasan menyimpan banyak cerita bersama kami. Awal kisah kami dengan sekolah ini yaitu pada tahun 2021 melalui program Sambang Sekolah 2.

Kala itu kami datang untuk bersua dengan anak-anak, melihat langsung lingkungan belajar mereka, merasakan apa yang mereka alami serta membawa semangat bahwa sekolah-sekolah di pelosok Madura tidak boleh berjalan sendirian.

Kunjungan singkat itu nyatanya membekas menjadi bagian dari memori kolektif Compok Literasi. Kami mengenal dinding-dinding sekolahnya, memahami sebagian dari peluh dan kebutuhan mereka, serta menyaksikan sendiri binar semangat belajar yang menolak tunduk pada keterbatasan.

Beberapa tahun berselang, ingatan tersebut menemukan jalannya kembali.

Sebuah pesan yang membuka kolaborasi

Babak baru dalam perjalanan ini bermula ketika tim Yayasan Luna Maya Nawasena menghubungi kami. Katanya mereka sedang mencari sekolah yang butuh direnovasi dan dinilai layak menerima dukungan. Tentu saja, permintaan tersebut kami anggap bukan sekadar ajakan untuk menyerahkan daftar nama sekolah. Kami melihatnya sebagai kesempatan untuk mempertemukan niat baik dengan tempat yang tepat.

Madrasah Nurul Faizin pun menjadi salah satu nama yang kami ajukan. Sekolah ini adalah rumah belajar bagi 53 siswa berusia 7 hingga 12 tahun, yang sebagian besarnya lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi prasejahtera. Di balik riuh tawa dan gairah belajar siswanya, kami masih berjumpa lantai yang menguarkan debu, dinding retak yang tak terhindarkan serta atap tak berplafon yang cukup memberi ancaman saat berada dibawahnya. Kurang lebih kondisi seperti itu yang bisa dibayangkan.

Selain pernah pernah kami sambangi dan berinteraksi langsung, relasi kami dengan sekolah ini bukan sekadar deretan data di atas kertas. Kami mengenal wajah-wajah di baliknya, bagaimana kisah almarhum Fairus dan Keluarganya yang menyesaki dada, serta cerita Romzi yang akhirnya bisa membaca setelah 3 bulan kami temani, saling berkelindan dalam nostalgia sekolah ini.

Dari alasan itulah, Compok Literasi perlahan membuka pintu komunikasi awal antara pihak madrasah dan Yayasan Luna Maya Nawasena. Percakapan demi percakapan pun terjalin. Harapan dirajut, kebutuhan dipetakan, dan niat baik perlahan menemukan bentuk nyatanya.

Menautkan Niat Baik dengan Titik yang Membutuhkan.


Program bantuan ini terlaksana melalui kolaborasi Yayasan Luna Maya Nawasena dan Havaianas Indonesia dalam kampanye Closer in Every Step. Melalui kampanye tersebut, satu persen dari setiap pembelian produk Havaianas selama periode program didedikasikan untuk membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi para siswa.

Hasilnya, Madrasah Nurul Faizin menerima pembaruan untuk enam ruang kelas, beranda sekolah dan satu perpustakaan. Namun, bagi kami di Compok Literasi, kabar ini melampaui urusan semen dan batu bata. Ada haru yang menyelinap, selain karena anak-anak akhirnya mendapatkan tempat belajar yang aman dan nayaman. Sekolah yang dulu kami datangi dengan niat sederhana melalui Sambang Sekolah, seolah kini ada satu simpul perjalanan yang kembali terhubung. Kembali dipertemukan dengan orang-orang yang membawa kepedulian serupa.

Lalu tibalah hari yang penuh kejutan itu. Kami benar-benar tak menyangka, Luna Maya datang langsung ke Desa Bangkes. Tak sekadar serah terima simbolis, ia turun ke lapangan bertegur sapa dengan para siswa, guru, dan warga setempat, sembari menyerahkan dukungan dan berbagai perlengkapan sekolah lengkap dengan alas kaki baru untuk para siswa.

Sebagai mitra lokal, Compok Literasi turut mendampingi hiruk-pikuk acara ini, termasuk memandu sesi permainan. Melihat anak-anak yang awalnya malu-malu dan canggung perlahan tertawa lepas saat diajak bermain bersama Luna Maya, membuat lelah kami terbayar lunas. Canda tawa itu sejenak meruntuhkan tembok jarak antara seorang tokoh publik dan anak-anak desa.

Bagi kami, momen inilah inti dari segalanya. Bangunan yang kokoh memang krusial, tetapi jiwa sebuah sekolah tumbuh dari pengalaman-pengalaman ketika anak didiknya merasa diperhatikan, dihargai, dan ditemani sepenuh hati.

“Melihat langsung bagaimana kondisi sekolah yang kurang layak membuat aku semakin yakin, pendidikan harus didukung dari hal paling dasar, tempat yang layak.” tegas Luna Maya

Kolaborasi yang memperpanjang napas kebaikan

Keterlibatan Compok Literasi dalam program ini mungkin berawal dari sekedar menyodorkan nama dan membuka jalan obrolan. Namun, kami percaya—bukankah perubahan besar selalu lahir ketika banyak pihak bersedia mengambil perannya masing-masing?

Ada yang datang membawa sumber daya. Ada yang membuka akses. Ada komunitas yang paham medan lokal. Ada guru yang meski dengan gajinya yang tak seberapa, mereka tetap setia menjaga napas pendidikan setiap pagi agar usianya panjang.

Dan bagi Compok Literasi, pelibatan komunitas seperti kami dalam gerakan seperti ini, juga akan memperpanjang napas dari setiap upaya yang kita lakukan, kini atau yang akan terjadi.

Kami selalu percaya bahwa melalui kolaborasi, kerumitan persoalan pendidikan apa yang tak punya jalan keluar?.

Kembalinya kami ke Madrasah Nurul Faizin kali ini menyisakan rasa yang jauh berbeda. Tempat yang dulu kami singgahi kini siap menatap babak baru dengan ruang-ruang yang lebih aman dan nyaman.

Perjalanan ini bukan sekedar kisah perihal bangunan yang direnovasi atau kedatangan pesohor ke pelosok desa. Ini adalah catatan tentang bagaimana sebuah perjumpaan sederhana di tahun 2021 tetap menyimpan rahasia kemungkinannya sendiri, menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dengan hal-hal baik lainnya.

Sambang Sekolah telah mengajarkan kami satu hal penting, bahwa tidak semua benih yang ditanam akan mekar pada hari yang sama. Sebagian butuh waktu lama, bertahun-tahun mungkin—untuk menunjukkan maknanya. Dan di Bangkes, kami kembali menjadi saksi bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalan pulangnya, selama kita sudi untuk terus berjalan bersama.

https://compokliterasi.org

Yang ngurusin konten medianya Compok Literasi! share hal-hal menarik yang barangkali bisa menghibur kamu, syukur-syukur bisa bermanfaat :)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *